Belum Mekar

11:46 AM anggis 0 Comments


Tidak apa-apa,

kalau hari ini kamu belum bersinar

seperti orang-orang yang terlihat jauh di depan sana.

Tidak apa-apa,

kalau langkahmu masih kecil,

kalau hatimu masih sering gemetar,

kalau kamu masih belajar berdiri

setelah berkali-kali merasa ditinggalkan.

Kamu bukan gagal,

kamu hanya sedang tumbuh diam-diam

di tempat yang orang lain tidak lihat.

Ada hari-hari

di mana kamu merasa tidak cantik,

tidak cukup pintar,

tidak cukup kuat,

tidak cukup dipilih.

Tapi dengar,

nilai dirimu tidak hilang

hanya karena seseorang tidak tahu

cara menggenggammu dengan sungguh-sungguh.

Kamu bukan pilihan kedua.

Kamu bukan bayangan siapa pun.

Kamu bukan perempuan yang harus berlomba

dengan masa lalu orang lain.

Kamu adalah rumah

yang sedang direnovasi pelan-pelan.

Ada bagian yang retak,

ada jendela yang belum terbuka,

ada cahaya yang masih mencari jalan masuk.

Tapi suatu hari nanti,

kamu akan melihat dirimu di cermin

dan berkata pelan:

“Terima kasih sudah bertahan.

Ternyata aku bisa tumbuh

tanpa harus dipilih oleh orang yang salah.”

Maka malam ini, istirahatlah.

Besok, bangun lagi.

Sisir rambutmu.

Rawat tubuhmu.

Peluk hatimu.

Kejar mimpimu.

Karena kamu belum selesai.

Kamu belum kalah.

Kamu hanya belum mekar sepenuhnya.

Dan saat waktunya tiba,

kamu tidak perlu memaksa siapa pun melihatmu.

Kamu akan bersinar

0 comments:

Tentang Pulang yang Belum Selesai

8:49 AM anggis 0 Comments

Surakarta dengan ketenangannya,

dan Yogyakarta dengan hidupnya yang damai,

terima kasih sudah jadi tempat singgah

bagi hati yang terlalu lama berjalan sendiri.


Dari kota ke kota aku berpindah,

mencari versi diri yang sempat hilang arah,

di antara pekerjaan, mimpi karier,

dan cinta yang ternyata tak sampai ke pelaminan.


Tahun itu, 2024,

katanya akan menjadi awal selamanya.

Nyatanya, semesta punya cerita lain

yang memaksaku belajar ikhlas perlahan.


Kini aku belajar lagi,

menata hidup dari awal sekali lagi,

diawali langkah-langkah kecil,

sambil membawa hati yang masih berusaha utuh.


Kadang aku takut,

setelah ini aku akan pergi ke mana lagi?

Usia terasa semakin matang,

namun jiwa kadang masih ingin menjadi kekanakan,

sementara hidup masih sibuk mencari rumahnya sendiri.


Tapi mungkin memang tidak apa-apa.

Tidak semua orang harus sampai lebih cepat.

Tidak semua kehilangan berarti gagal.

Sebab hari ini aku masih bertahan,

masih mau belajar,

masih mau bermimpi,

dan itu sudah hebat. 🌻

0 comments: