Tentang Pulang yang Belum Selesai
Surakarta dengan ketenangannya,
dan Yogyakarta dengan hidupnya yang damai,
terima kasih sudah jadi tempat singgah
bagi hati yang terlalu lama berjalan sendiri.
Dari kota ke kota aku berpindah,
mencari versi diri yang sempat hilang arah,
di antara pekerjaan, mimpi karier,
dan cinta yang ternyata tak sampai ke pelaminan.
Tahun itu, 2024,
katanya akan menjadi awal selamanya.
Nyatanya, semesta punya cerita lain
yang memaksaku belajar ikhlas perlahan.
Kini aku belajar lagi,
menata hidup dari awal sekali lagi,
diawali langkah-langkah kecil,
sambil membawa hati yang masih berusaha utuh.
Kadang aku takut,
setelah ini aku akan pergi ke mana lagi?
Usia terasa semakin matang,
namun jiwa kadang masih ingin menjadi kekanakan,
sementara hidup masih sibuk mencari rumahnya sendiri.
Tapi mungkin memang tidak apa-apa.
Tidak semua orang harus sampai lebih cepat.
Tidak semua kehilangan berarti gagal.
Sebab hari ini aku masih bertahan,
masih mau belajar,
masih mau bermimpi,
dan itu sudah hebat. 🌻


0 comments: